FTI Festival! 

http://fti Festival 2014

Pusat Sumber Belajar 


Foto LDKS 2012

Web MAN 9 Jakarta masih dalam tahap pengembangan dan pengisian konten, mohon maaf atas ketidaknyamanannya.

Catur Yoga M
Flag Counter
free counters

Kategori Berita 

Sejarah MAN 9 Jakarta

 

SEJARAH SINGKAT MAN 9 PONDOK BAMBU

 

JAKARTA TIMUR

 

 

 

Embrio kelahiran MAN 9 Pondok Bambu Jakarta Timur berasal dari Mampang Prapatan Jl. Abdul Rohim Selatan yang sekarang Tahun 1995 masih digunakan oleh MAN 1 Filial mampang Prapatan. Pada tahun 1946 ada keinginan dari masyarakat yang beragama Islam disekitar Mampang Prapatan Jakarta Selatan untuk membentuk Lembaga Pendidikan Agama Islam. Untuk itu maka didrikanlah suatu Yayasan Pendidikan “ Roudhatul Muta’alimin “ yang berlokasi di Jl. Abdur Rohim Mampang Prapatan yang dipimpin oleh KH. Abdur Rozak Ma’mun.

 

Pada tahun 1968 PGAL-RM rupanya dinilai kurang relevan dengan ide Yayasan Roudhotul Muta’alaimin terutama dalam usaha mencari dana untuk pembiayaan pendidikan Madrasah tersebut sehingga penyelenggaraan kurang lancar. Untuk mengatasi masalah tersebut maka pengurus yayasan melalui pemerintah cq. Jawatan Pendidikan Agama DKI Jakarta dan Direktorat Pendidikan Agama Republik Indonesia mengeluarkan Surat No. 144/A/II/1968 tertanggal 15 Februari 1968 yang berisi tentang permohonan agar PGAL-RM dapat dijadikan Madrasah Tsanawiyah Negeri ( MTsN ) dan Madrasah Aliyah Agama Islam Negeri ( MAAIN ) dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 103 tahun 1968.

 

Dalam perkembangan selanjutnya, MAAIN berjalan dengan baik dan dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang amat pesat sehingga Pemerintah berusaha mengembangkan pendidikan khususnya Madrasah – Madrasah melalui Surat Keputusan Bersama ( SKB ) antara Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pendidikan & Kebudayaan yang berisi tentang Peningkatan Mutu Pendidikan di madrasah – madrasah yang disesuaikan dengan sekolah umum yang sederajat yang didalamnya memuat pengetahuan agama dan pengetahuan umum.

 

Sebagai realisasi kelanjutan dari Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri ( SKB 3 Menteri ) itu., maka Madrasah Aliyah Negeri dikembangkan sesuai dengan kurikulum tahun 1976. Madrasah Aliyah Negeri Roudhotul Muta’alimin yang berstatus dinegerikan menjadi  MAAIN  hanya bersifat terbatas pada MAN 1 Filial untuk Tahun Pelajaran 1995 / 1996 akan pindah ke Lebak Bulus sedangkan gedungnya akan diserahkan kepada yayasan.

 

Pada tahun 1976 barulah MAAIN mempunyai gedung sendiri yang dibangun Departemen Agama diatas tanah wakaf dari almarhum bapak Almunawar, sekaligus juga disiapkan dengan sarananya berlokasi di Jl. Rawa Bahagia I No. 28 Grogol – Jakarta Barat ( sekarang masih digunakan oleh MAN I Grogol,  juga akan dipindah dan wakafnya akan dikembalikan kepada keluarga Almunawar ). Sejak saat itu tahun 1976 secara resmi kegiatan administrasi Madrasah ( MAAIN ) Jakarta dipusatkan di lokasi yang baru di Jl. Rawa Bahagia I No. 28 Grogol – Jakarta Barat. Sedangkan gedung yang terletak di KH Abdur Rohim Mampang Prapatan statusnya sebagai MAAIN kelas jauh / filial MAN I. Berdasarkan Kurikulum 1976 maka nama MAAIN berubah nama menjadi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) karena lokasinya di Grogol maka disebut MAN I Grogol.

 

Dari tahun ke tahun MAN mengalami kemajuan khususnya MAN I Grogol Jakarta Barat. Pada tahun 1984 MAN I Grogol Jakarta Barat mempunyai kelas jauh / filial yang berlokasi :

 

1.       MAN I Filial Mampang Prapatan

 

2.       MAN I Filial Cilincing

 

Kemudian tahun – tahun berikutnya lahir MA I Filial Johar Baru, MAN I Filial Cengkareng yang sekarang menjadi MAN 10 Joglo, MAN I Filial Pondok Bambu yang dipimpin oleh Drs.  H. A. Somali dan MAN I Filial Cakung yang dipimpin oleh Bapak Drs. Tarli Sartidjan.

 

Khususnya MAN I Filial Pondok Bambu mempunyai sejarah sebagai berikut,

 

Gedung MAN I Filial Pondok Bambu dibuka pada tahun 1987 dengan mendapatkan murid sebanyak 4 kelas dan diserahi memimpin adalah Drs. H. A. Somali, beliau pada mulanya memimpin MAN I Filial Johar Baru, kemudian setelah berljalan 2 tahun , pada tahun 1989/1990 diterbitkan SK Kanwil Depag DKI Jakarta Nomor Wj/032/KPts/1989 tanggal 07 Maret 1989 berisi tentang penetapan kembali lokasi filial / kelas jauh bagi MAN di DKI Jakarta. Dengan SK tersebut MAN 1 Filial Pondok Bambu berubah nama menjadi MAN 2 Filial Pondok Bambu berinduk pada MAN 2 Cijantung ( sekarang MAN 2 Ciracas ). Kepala MAN 2 Ciracas / Cijantung mempercayakan kepada bapak Drs. H. A. Somali untuk memimpin kelas jauh yang berada di Pondok Bambu tepatnya di Jl. H. Dogol No. 54 Jakarta Timur.

 

Keberadaan MAN terus bergulir berjalan pesat dengan kelebihan dan kekurangannya yang pada mulanya MAN hanya ada MAN 1, MAN 2 dan MAN 3 dengan beberapa filialnya dan juga beberapa MA Swasta MAN 1 Filial Pondok Bambu yang berganti dengan nama menjadi nama MAN 2 filial Pondok Bambu yang berinduk ke MAN 2 Ciracas Jakarta Timur pada tahun 1993 terbit SK penegerian sehingga berubah nama dan status yang tadinya berinduk ke MAN 2 Ciracas kini berdiri sendiri dengan nama MAN PONDOK BAMBU atau terkenal dengan nama MAN 9 karena dengan adanya SK Penegerian lahir 5 MAN di samping yang sudah ada sebanyak 5 sehingga di DKI Jakarta ada 10 MAN.

Khususnya MAN 9 Pondok Bambu keberadaannya berdasar pada SK Menteri Agama No. 244 tanggal 25 Oktober 1993, untuk kelancaran SK Menteri tersebut maka diangkatlah Kepala MAN 9 Pondok Bambu sebagai berikut :

 

NO

NAMA

SURAT KEPUTUSAN

TAHUN PERIODE

1.

2.

3.

4.

5.

6.

DRS. H. TARLI SARTIDJAN

DRS. MUSTAFA ZEIN

DRS. H. ZAINUDIN ANWAR, MA

DRS. M. FADHOLI KURDI

DRS. AMRI, MM

H. SHOLEHUDIN WARTO, S.PdI

Wj/1-b/Kp.07.6/MA/0044/1993

 

 

Kw.09.1/2/Kp.07.6/Kep/841/2006

Kw.09.1/2/Kp.07.6/MA/565/2009

Kw.09.1/2/Kp.07.6/MA/1886/2011

1993 – 1997

1997 – 2001

2001 - 2006

2006 – 2009

2009 – 2011

2011- Sekarang

Bahkan berdasarkan Surat Keputusan Kepala Kanwil Departemen Agama DKI Jakarta No. Wj/1/020/KPTS/ 1997, MAN 9 mendapat gedung baru tiga lantai di kelurahan Pondok Kopi Kecamatan Duren Sawit Jakarta Timur. Hal ini untuk menampung para peminat yang ingin masuk ke MAN 9, karena setiap tahun MAN 9 selalu menolak para peminatnya disebabkan kekurangan ruangan belajar.